Monday, November 17, 2008

Menyaksikan anak-anak mandi telanjang


catatan deasoka…menyaksikan anak-anak mandi telanjang

i. menyaksikan anak-anak mandi telanjang di sungai samparita,saya sempat terpegun. Kepada siti, yang ikut berdiri di tebing sungai, saya berkata, "lihat siti, betapa murninya anak-anak itu,berenang renang di air tanpa perasaan apa-apa, tanpa prasangka, mereka terus mandi sambil tertawa.

Saya teringat di kampung saya, ada sebatang sungai di belakang masjid.Kami selalu mandi petang di sana, sebelum naik mengaji berguru dengan Haji Mansor.

i.Perjalanan ke Samparita memang menyeronokkan.Kampung itu terletak kira-kira 32 km dari Kota Marudu atau 13 km dari Tandek, jauh di sebalik bukit. Jalannya masih belum grable. Kami ke kampung yang jauh itu untuk menghadiri Pesta Kaamatan dan Rumah Terbuka Persatuan Kimaragang.Saya sebenarnya lebih berhajat untuk menemui kawan lama yang lama tidak ditemui, Jamail Masador. Rupanya kampungnya bukan di sana tetapi di Salimandut.

Jamail, kini seorang guru, sebenarnya antara penulis angkatan muda Sabah yang berbakat. Beliau seangkatan dengan Masrani Madun, seorang lagi penulis dari Kampung Ranau, Kota Marudu.

iii.ketika merasmikan Pesta Kaamatan dan Rumah Terbuka Kimaragang itu, Datuk Masidi menyelar sikap pembelot jenis baru yang bersepakat menjual tanah penduduk kampung kepada syarikat-syarikat besar untuk dapat keuntungan walaupun kampung tergadai

"Tidak guna kamu sambut kaamatan, kalau kamu tidak tanam padi," kata Masidi. "Kamu akan kehilangan identiti jika kamu tidak lagi bertani."
"Kaum Dusun selalu dihubungkan dengan kegiatan bertanam padi ada apa saja yang ditanam. ia cerminan sikap dan budaya masyarakat kita," katanya.

iv.saya tertarik dengan alam samparita, yang maksudnya sungai, saya tertarik dengan senyuman gadisnya yang istimewa.Tetapi saya terdengar Francis mengingatkan Gindanau secara bergurau, bahawa kalau tiada lima lingkut padi, tak payah berangan-angan. Lingkut atau tongkob di KB maksudnya tempat menyimpan padi yang telah dituai.Satu lingkut mungkin boleh berisi sepuluh tan padi.

v.Saya sempat menyaksikan Tarian Pinakang dan tarian momiluk, yang ditarikan teruna dan dara kimaragang.Saya terkesan dengan alunan muziknya yang bunyinya aduhai.

vi. Sempat juga mengambil gambar anak-anak yang mandi di sungai itu, yang menyusur arus sungai dengan gembira.
"Namanya Maxwell,berumur 6 tahun.Nama dia Arkus, empat tahun".
".Itu Brady, tahun satu, dan yang itu Eron, enam tahun. Nama saya Ellisa," kata gadis kecil itu, yang katanya berumur enam tahun.Meskipun masih kecil, tapi gadis Ellisa itu bertindak memperkenalkan rakan-rakannya lengkap dengan umurnya sekali.

Pemandangan di Sungai Samparita petang itu sungguh mengasyikkan. Saya rasa seolah-olah masih berdiri di tebing sungai sambil menggambar anak-anak, malah ada diantara mereka yang sempat beraksi untuk kamera. Betapa murninya hati dan perasaan mereka.

Terlihat seorang ibu melintasi sungai sambil menggendong anaknya.Tak ada jambatan di sungai kecil itu untuk ke seberang. Memang ada sebuah rumah yang cantik di sebelah sungai.

Tetapi kami tidak sempat ke sana.

28 Mei 2007

No comments: