Thursday, February 5, 2009

Lagi mengenai kalang sama











Jika ada waktu terluang, saya sering bertanya kepada ayahanda mengenai kalang sama. di bawah ini sedikit yang dapat saya kumpulkan.(saya sengaja catatkan untuk dikemaskan kemudian).

Limun panumbuyonna
tapit kesesuyonna
(banyak percakapan, banyaklah penyesalan)

Enda-endaon lasa
bung aku tabut masa

bungkau nambat mengennu
pinikian maaf na du
(sebelum bercakap fikir dahulu)

du'u na ampalua
dembuli adab basa
(sesudah bercakap
baru menyesal kemudian)

umingka lahat tanna
sabut sinambat tanna
(gah di seluruh negeri, selalu disebut orang)

maap na du silangga
maka kapitan tungga
silangga maaf na du
maka kapitan tandu
(sama hebatnya)

jalang ku ba sambatan
banga ngeno lapatan
(jarang bercakap kalau tak benar,
hanya yang benar saya yang diperkatakan).

dela' bila lemambut
lebi man sumpa ibot
(lidah jika bergerak kata lebih daripada sumpah)

Kalang empat

pinagadan du' masa
diangku na lalian
bila lesut bahasa
maaf du pinikian

janji langgung timatna
putus na iya kinna
diuhum malpipatna
pedus mabui si kinna
(kalang sama yang kira-kira bermaksud tahu suka atau tidak kepada atau tentang seseorang atau sesuatu benda)

tinugun sali ambung
lali janji lemod na
lepasa na tatanggong
pinipuli tumudna

(Kalang sama yang bermaksud sesuatu perkara yang tidak beri faedah)

ia lindang tukasa
ia lindang sa amin
lugai wala nag kita
pialid sa sinagin
(kita bersaudara tapi jarang berjumpa, rindu dikirim melalui angin)

bau bau mengumbau
ampanan bayangan
bau-bau maukau
ampahang ka kuangan
(dulu engkau sukakan saya, tapi kemudian baru kutahu engkua sudah berpunya)

umama kita pula
pulagantung mainud
ayaw mag ula-ula
nagtai kita mangud
(nyakambuluga tapi bersaudara)

No comments: