Sunday, September 13, 2009

sekalipun mataku kabur

Puisi `Perjuangan' yang diposkan ibu Dayang itu sampailah sudah ke tangan saya. Sebenarnya puisi ini lebih tepat dinamakan sebagai luahan perasaannya dan keinginannya melihat perjuangan ini tercapai.Perjuangan memartabatkan sastera.
Puisi itu juga berisi kesepian. Tetapi Ibu Dayang yang kini berusia 74 tahun, tetap bersemangat meneruskan kehidupan.Aku Ingin hidup seratus tahun lagi, katanya. Kalau Chairil mahu hidup seribu tahun lagi, ibu Dayang hanya mahukan 100 tahun lagi.Semangatnya sama tetapi ibu Dayang, meskipun baru diserang lemah jantung, masih ingin berkata, 'ini, juga perjuangan teman.".

Saya perturunkan puisi perjuangan karya Dayang Salmah Salam (DSS).

Allahuma!,
Bunda DSS masih bernyawa.
Alhamdulillah!
berkat doa anak-anak dan teman-teman, kalian...
setelah diserang lemah jantung.
"Ini, juga perjuangan' teman.
Bunda DSS ingin hidup seratus tahun lagi...
sekalipun mataku kabur,
namun, cita-citaku belum undur.
Perjuangan belum kendur
dan belum selesai kerana...
ingin menonton perjuangan teman-temanku, Bahasa, ipS dan mBSS
'Jauh mana perjuangan ini.

Bunda DSS mengerti siapalah aku ini
namun perjuangan belum selesai
aku mahu hidup seratus tahun lagi.
amin-amin

Karya DSS
Kg Tanaki papar
9 September 2009

Demikian puisi DSS yang memanggil dirinya warga emas, dan perlukan simpati dan perhatian daripada orang-orang yang mengenalinya.

No comments: