Sunday, April 11, 2010

Memandang sungai yang berliku

Engkau sepenuhnya benar.
Aku yakin kau benar ketika kau membisikkan padaku betapa indahnya negeri kita.

Sungai yang berliku, penuh sejarah yang turut berliku.Melihat saujana begini, kita mudah dihinggapi keharuan tentang betapa telitinya alam ini diciptakan oleh Yang Maha Kuasa. Cuma kadang-kadang, kitalah-manusia- yang terlupa menghayati dan menghargai alam ciptaanNya.
Sekali lagi kau benar, ketika kau mengatakan padaku betapa keindahan ini jarangjarang kita hargai.
Kelmarin, aku menyaksikannya dari tingkap helikopter. Burung raksasa itu membawa kami melihat pemandangan yang mengasyikkan itu.
Tidak sesaatpun aku tertidur.Ketika melihat sungai,aku cepat merakamkan gambar untukmu-kekasihku.Di kejauhan sana, jambatan Sulaman, dan hutan-hutan bakau dan sungai yang menjadi salah satu sumber pendapatan kampung air tertua di negeri ini, Kampung Mengkabong.
Di sini, aku hampir kehilangan kata-kata. Aku hanya membayangkan betapa indahnya kalau kita duduk berhanyuthanyut dalam sampan menuju ke muara sebelum sampai ke laut yang luas.

No comments: