Isnin, 10 Mei 2010

saya anggap dia Hero

Tags


Walaupun saya agak terlambat mengenalinya, saya menganggapnya seorang hero.
Mungkin dia hanya orang biasa, seorang apek tua berusia 67 tahun.Mr Voo namanya.Bagi saya dia orang yang luar biasa meskipun dalam kehidupannya ia tampak lebih bersahaja.Apa istimewanya orang ini sehingga ia diberikan sijil penghargaan oleh SMK Kudat kelmarin atas jasa dan baktinya.
Meski rasa berbahagia,Mr Voo tidak menganggap dirinya hero.Dia hanya berbuat seperti apa yang orang lain buat.Dua hanya melakukan apa yang sepatutnya dia lakukan.
Dia tak menuntut apa-apa.Dia tak meminta apa-apa malah dia tidak peduli sama ada orang akan mengingat jasanya atau sebaliknya.Dia juga tidak punya apa apa untuk diberikan kepada orang.Dia tidak punya harta berlimpah,ilmupun tidak setinggi mana.
Mr Voo hanya punya sebuah telaga.Telaga itupun, seperti yang diakuinya dibuat oleh nenek moyangnya sewaktu dulu tiba di Kudat, ratusan tahun yang lalu.
Telaga sedalam 14 kaki itulah, yang dipenuhi air berisi budi dan jasa untuk orangorang yang pernah menggunakannya.Puluhan tahun lamanya,barangkali lebih 20 tahun, telaga itu menjadi sumber air buat pelajar-pelajar sekolah di sekelilingnya.Pelajar-pelajar sekolah yang perlukan air pada ketika bekalan air tidak mencukupi, pada ketika kemarau, pada ketika mereka tidak punya pilihan lain melainkan ke telaga itu mencari air.Setiap pagi, atau jam 4.30 petang hingga malam, Mr Voo membiarkan pelajar-pelajar itu mandi, membasuh kain, dan mengangkat sebaldi dua baldi untuk bekalan di asrama.
"Kalau Mr Voo mengenakan 50 sen saja untuk setiap pelajar, setiap hari, selama dua puluh tahun lamanya, barangkali Mr Voo sudah kaya," kata Pengetua SMK Kudat,Teh Seng Chai.Mr Voo hanya tersenyum. Tak pernah terlintas di hatinya untuk meminta bayaran.Rumahnya terletak di jalan bomba.Mr Voo Min Khon begitu prihatin terhadap kehidupan pelajar-pelajar terutamanya mereka yang sukar mencari air.
Dia punya telaga.Telaga itu tak hentihentinya terus menerus menjadi sumber bekalan air. Entah berapa ratus orang, atau berapa ribu pelajar dari sekolah-sekolah sekelilingnya yang pernah menggunakan air telaga itu untuk kegunaan seharian mereka.Mr Voo mungkin tidak punya banyak harta benda.
Dia hanya punya telaga.Dia bukan hanya mempunyai telaga yang berisi air . Dia punya telaga yang berisi keikhlasan dan kebaikan.Dari raut wajahnya, saya kira dia gembira ketika menerima sijil penghargaan dari pihak sekolah yang disampaikan oleh YB Datuk Abdul Rahim Bakri, Ahli Parlimen Kudat yang juga Timbalan Menteri Pengangkutan Malaysia.
Tapi saya tidak sempat bertanya apa perasaannya.Saya hanya ingin melihat dimana telaga itu.Apakah kita juga memilikinya?