Thursday, August 19, 2010

Krebet, pusat kerajinan batik kayu di Jogja


PAGI bergerak agak cepat pada hari itu di Jogja. Cuaca amat baik sekalipun di langit tetap tergantung awan. Sebelum Jumaat, kami bergegas ke Krebet, sebuah desa yang menjadi pusat kraftangan batik kayu yang terletak kira-kira 12 km ke arah barat daya kota Jogjakarta.
Dusun Krebet yang terletak di Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul merupakan sebuah kampung yang tenang dan damai. Sejenak kelihatan seperti tidak ada yang istimewa di Krebet, tetapi dari tempat itulah, seluruh kraftangan batik kayu Jogjakarta yang begitu terkenal di Indonesia dikeluarkan.
Di Krebet, kami singgah di Sanggar Peni. Di sana, kami bertemu dengan pemilik pusat kraftangan batik kayu itu, Pak Kemiskidi. Berbagai produk kraftangan batik kayu seperti topeng, almari, aksesori rumah, patung haiwan, gantungan kunci dan sebagainya boleh didapati di Sanggar itu dengan harga yang murah.
Kunjungan kami pada hari itu, walaupun singkat tetapi tetap memberikan pengalaman yang menarik. Pak Kemiskidi menceritakan serba sedikit mengenai kewujudan Sanggar Peni, yang merupakan salah satu daripada pusat pengeluar kraftangan batik kayu yang terkenal di Indonesia.
Krebet merupakan sebuah desa pergunungan dengan keluasan sekitat 104 hektar.Penduduknya hanya sekitar 800 orang. Ia merupakan salah satu daripada 73 pusat atau sentra Industri Kecil Kerajinan Kayu Batik yang terdapat di Kabupaten Bantul.
Berbagai produk yang dihasilkan di Krebet memiliki corak yang spesifik dan ciri khas tersendiri. Kraftangan atau kerajinan kayu dalam berbagai jenis binatang dalam ukuran kecil, topeng, wayang dan lain-lain sentuhan seni pada proses finishing akhir yang dilukis dengan corak batik.
Selain Sanggar Peni, terdapat 37 unit usaha di Krebet dengan jumlah pekerja seramai 220 orang. Sanggar Peni sendiri mempunyai kira-kira 30 pekerja yang mahir mengukir kayu sehingga menjadikan Sanggar Peni menjadi salah satu pusat kraftangan kayu yang terkenal di Jogja.
Menurut Profil Sentra industri kecil di Kabupaten Bantul yang diterbitkan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul , sebanyak 20 peratus hasil produk batik kayu dijual di Jakarta, Bali, Surabaya, Nusa Tenggara Barat, Batam, Semarang dan Kalimantan manakala 80 peratus dijual di pasaran luar negara seperti Perancis, Kanada, Australia, Jepun, Belanda, Malaysia dan Singapura.
"Banyak hasil kraftangan kayu yang dijual di kota-kota besar di Indonesia, berasal dari Jogjakarta. Sedangkan produk kraftangan kayu itu sebenarnya dihasilkan oleh usahawan kraftangan dari Kabupaten Bantul. Salah satu pengeluar kraftangan batik kayu yang begitu terkenal ialah Desa Krebet," kata Dra.Maria Supriyanti, dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Kerana kraftangan ini merupakan kayu batik, maka bahan yang selalu menjadi bahan utama adalah kayu", kata Pak Kemiskidi. Pada umumnya semua jenis kayu dapat digunakan namun ada satu jenis kayu yang tidak dapat digunakan sebagai bahan dasar iaiyu kayu pinus.
Jenis kayu yang paling sering digunakan dalam kerajinan kayu sengon dan kayu mahoni.Selain kayu, tentu saja ada bahan lain , katanya.
Menceritakan urutan pembuatan kayu batik, Kemiskidi berkata, kayu yang telah dipotong diukir sesuai bentuk dan pola yang diinginkan,kayu yang telah selesai diukir kemudian dihaluskan dengan menghilangkan serabut-serabut kayunya sehingga tidak merosak batik.
"Setelah kayu menjadi halus,kayu memasuki tahap pembatikan. Tahap berikutnya adalah proses pewarnaan total dengan memberikan warna kayun yang sudah selesai dibatik" katanya.
"Pada tahap terakhir, kayu yang telah diberi warna dilorot dan dikeringkan," katanya. "Setelah kayu benar-benar kering, kayu batik siap untuk dijual, katanya.
Selain industri kecil batik kayu di Krebet Pajangan, Kabupaten Bantul juga terkenal kerana menjadi pusat Industri Kecil Kerajinan Gerabah (pasu) di Kasongan Bangunjiwo Kasihan, , Pusat Industri Kecil Kerajinan Batik Tulis di Wukirsiri Imogiri, Batik Tulis Cap di Wijirejo Pandak dan , Pusat Industri Kecil Kulit Manding Sabdoadi, Kerajinan Tatah Sungging di Wukirsiri Imogiri, Industri Kecil Mebel (perabut) di Bawuran Pleret, dan Industri Kecil Kerajinan Bambu di Dlingo.
Sesungguhnya usaha pembuatan batik kayu di Krebet mampu meningkatkan sumber ekonomi penduduknya. Pak Kemiskidi telah membawa kami melihat proses pembuatan batik kayu dari peringkat awal hingga proses akhir. Bermula dari proses memotong kayu, mengukir sesuai pola yang dikehendaki sehingga proses membatik, mewarna dan seterusnya dikeringkan.Semua ini memberi pengalaman yang sangat berharga buat kami.
Berkat kerajinan dan usaha yang dibuat oleh Kemiskidi, beliau telah dianugerahkan Anugerah Museum Rekod Dunia Indonesia pada tahun 2007 sebagai 'Penyelenggara Pendukung Topeng Panji Batik Kayu Terbesar' di Indonesia.
Selepas melawat Krebet, Kami terus ke Kasongan sebelum kereta meluncur laju ke Candi Borobudur bagi memberikan kesempatan kepada kami melihat salah satu daripada tujuh keajaiban dunia itu.

No comments: