Saturday, December 4, 2010

sekadar satu perhentian dalam perjalanan ke Tebedu

Hetty Koes endang terus bernyanyi ketika bas berhenti .Tak nampak signboard yang menyatakan nama bandar.Oh ya, Tarat, kata konduktor bas itu. Penumpang bas mengambil pelaung ke bilik belakang, yang kalau di Indonesia di panggit WC atau kamar kecil. Kalau di negara kita dipanggil tandas atau kata orang putih toilet. Di manila dipanggil CR atau comfort room.

kini bas bergerek lagi, dan bung hussain asyik memandang hutan, pohon pohon yang tumbuh di kanan kiri jalan.HA sedang menulis di facebook saya kira, dan saya pula sedang menanti akan sampai kemanakah talian digi ini.sampai tebedu atau sampai kemana yang boleh dijangkaunya.
jangan jangan kau hancurkan cintanya, jangan lagi sayang.jangan jangan lagi kau redupkan cinta yang indah ini, begitu kata Hetty dalam lagu yang entah apa tajuknya.

No comments: