Saturday, September 10, 2016

BANYAK YANG ISTIMEWA DI REMBANG, KATA BUPATI H ABDUL HAFIDZ

DALAM kunjungan budaya ke Jawa Tengah, Indonesia baru-baru ini, Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengundang wartawan UTUSAN BORNEO untuk singgah berkunjung di kota yang baru saja merayakan ulang tahun yang ke 275. Kabupaten Rembang terletak di hujung paling timur laut Jawa Tengah, berada di pergunungan Kendeng Utara.Sebahagian wilayahnya adalah daerah pantai yang membuju sepanjang pantai utara pulau Jawa. Di sebelah selatan, Kabupaten Renbang berbatasan dengan Kabupaten Blora, di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Pati dan disebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Tuban Jawa Timur.
H Abdul Hafidz lahir di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang Jawa Tengah, Indonesia. Beliau mendapat pendidikan awal di Desa Pamotan Pondok Pesantren MUS Sarang Rembang dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muhammad Cepu Blora. Setelah menceburkan diri dalam bidang politik pada tahun 1999,beliau menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rembang selama tiga penggal dan kemudian menjadi Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Beliau menjadi Wakil Ketua DPRD pada tahun 2004 manakala pada tahun 2009, beliau dilantik sebagai Ketua Komisi C, Beliau menjadi Wakil Bupati Rembang pada 2010 hingga 2015 tetapi pada tahun 2013, beliau menjadi Pelaksana Tugas Bupati Rembang. Kemudian pada 16 Mac 2016, beliau terpilih sebagai Bupati Rembang setelah mendapat undi kira-kira 68 .05 peratus dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) walaupun beliau bertanding menggunakan jalur independen dan bukan dicalonkan oleh parti.

Ketika singgah di Rembang dalam rangka kunjungan ke Jawa Tengah, wartawan UTUSAN BORNEO, ABD.NADDIN HAJI SHAIDDIN sempat mewawancara Bupati Rembang, Bapak H Abdul Hafidz di pejabatnya di Jalan Diponegoro No 90 Rembang. Dalam sesi wawancara yang singkat itu, Pak Bupati menceritakan sedikit latar belakang beliau sebelum menceburi bidang politik dan serba sedikit mengenai keistimewaan Rembang, yang kini memasuki usia 275 tahun. Ikuti petikan wawancara bersama beliau. Turut hadir dalam sesi wawancara itu ialah Minster Counselor KJRI Kota Kinabalu, Bapak Andhika Bambang Supeno, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang, Suyonn SH.


UTUSAN BORNEO: Boleh ceritakan sedikit mengenai karier bapak sebelum terpilih sebagai Bupati?

ABDUL HAFIDZ: Saya memasuki dalam bidang politik pada tahun 1999. Kemudian saya menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rembang selama tiga penggal dan kemudian menjadi Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).Selepas itu, saya menjadi Wakil Ketua DPRD pada tahun 2004 manakala pada tahun 2009, saya dilantik sebagai Ketua Komisi C. Saya terpilih menjadi Wakil Bupati Rembang pada 2010. Pada tahun 2013, saya dilantik menjadi Pelaksana Tugas Bupati Rembang. Kemudian saya terpilih sebagai Bupati Rembang pada Mac lepas.

UB: Bagaimana mulanya tertarik pada politik?

AH: Sebenarnya saya tidak pernah bercita-cita menjadi politisi (ahli politik). Dulu cita-cita saya menjadi pengusaha. Tetapi pada saat terjadi kegoncangan pada tahun 1998 ketika lengsernya Pak Harto ( Presiden Suharto), saya mula tertarik pada dunia politik ketika era reformasi. Saya menyertai Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Bagaimanapun saya maju dalam Pilkada melalui jalur independen.


UB: Apa yang bapak tawarkan kepada masyarakat sewaktu kempen?

AH: Saya menawarkan program-program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat seperti pendidikan, infrastruktur, kesihatan, ekonomi dan sebagainya. Kita tawarkan pemerintahan yang bersih dari Korupsi, Kronisme dan Nepotisme (KKN).

UB: Tanding atas tiket parti apa?

AH: Saya maju dalam Pilkada melalui jalur independen. Alhamdulillah, meskipun bertanding melalui jalur independen, saya terpilih sebagai bupati kira-kira 68 .05 peratus atau kira-kira 150,000 undi dalam kempen selama 18 hari. Tanpa menggunakan wang. Ia hasil gerakan masyarakat yang menginginkan pemerintahan yang bersih.

UB: Apa potensi yang boleh dimajukan atau dikembangkan di Rembang?

AH: Kabupaten Rembang memiliki potensi yang besar di berbagai sektor , seperti sektor pertanian, kelautan dan perikanan, pertambangan (perlombongan) , pariwisata serta usaha mikro kecil dan menengah. Potensi potensi ini boleh dikembangkan secara optimal. Kita memiliki pantai yang terpanjang iaiatu 63 km panjang. Pertambangan (Perlombongan) kita ada. Banyak investor yang datang membangun pabrik (Kilang)

UB: Berapa luas Kabupaten Renbang?

AH: Kabupaten Rembang seluas 1,014,kilometer mempunyai penduduk sekitar 620,000 orang. 91 peratus Kabupaten Rembang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timu sehingga menjadi gerbang timur Provinsi Jawa Tengah. Bahagian Selatan Kabupaten Rembang adalah daerah perbukitan, iaitu bahagian dari Pergunungan Kapur Utara.Sebahagian Wilayah utara, terdapat perbukitan dengan puncaknya Gunung Lasem setinggi 806 meter, yang kini dilindungi dalam Cagar Alam Gunung Celering. Rembang juga terkenal dengan daerah Lasem, daerah pecinan atau China Town . Kabupaten Rembang.Rembang juga dijuluki Kota Garam kerana sebahagian masyarakatnya menjadi petani Garam.
UB: Dalam bidang pelancongan, Rembang terkenal sebagai apa?

AH: Sebagaimana yang kita tahu, di Rembang terdapatnya Makam RA Kartini di Desa Bulu, yang masuk jalur Rembang-Blora. RA Kartini adalah seorang tokoh emansipasi wanita. Dalam surat-suratnya yang kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku Habis Gelap Terbitlah Terang beliau banyak memperjuangkan hak-hak wanita. Beliau mahukan agar wanita memperolehi pendidikan sejajar dengan kaum lelaki.

Kalau dari segi wisata religinya, di Rembang terdapat Pasujudan Sunang Bonang, di Bonang, Makam Sunan Bonang di Bawean. Ada juga Makam Eyang Sambu di Lasem, Masjid Jame Lasem,Masjid Agung Rembang di Kutoharjo.

Di Rembang juga ada Kelenteng Mak Co (Tjoe An Kiong), Vihara Ratanaava Arama di Desa Sendangcoyo.

Kalau dari segi wisata alam, di sini juga banyak potensi alam iaitu Pulau karang Gosong, Pulau Gede, Pulau Marongan, Gunung Lasem di Lasem, pantai Dampo Awang, Pantai Gedung di Gedongmulyo, Karangsari,Pantai Karangjahe Punjul harjo, Pantai Caruban, Wisata kartini di Mantingan, Puncak Argopuro, Taman Wisata Alam Sumber Semen dan sebagainya.

Selain itu, di Rembang juga ditemukan Perahu Kuno di Desa Punjulharjo, yang dikatakan lebih tua daripada Candi Borobudur.

UB: Kalau dari segi kuliner atau makanan?

AH: Dari segu kuliner, kita banyak kuliner. Salah satunya lontong tuyuhan.Dalam ulang tahun Rembang ke 275, baru-baru ini kita mengundang masyarakat untuk pesta lontong tuyuhan.Kita menyediakan lontong tuyuhan sebanyak 10,000 orang, yang datang 15,000 orang. Lontong tuyuhan adalah lontong dengan ayam kampung pedas khas tuyuhan. Makanan ini adalah makanan khas di Desa Tuyuhan. Selain itu, atau makanan lain seperti sayur merica, sate sarepeh, mangut, pindang tempe, petus bumbon

UB: Apa yang pak bupati harapkan apabila Rembang dikenal di peringkat antarabangsa?

AH:Kita berharap dengan dikenalnya Rembang oleh masyarakat regional atau internasional, ia bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Rembang sesuai dengan motto Menuju Rembang madani, damai , mandiri sejahtera.

UB: Saya difahamkan, Rembang baru saja meraikan ulang tahun yang ke 275 baru-baru ini. Boleh beritahu sedikit mengenai harapan Pak Bupati terhadap Rembang?

AH: Kabupaten Rembang memasuki usia yang ke-275 tahun. Dengan usia tersebut, Pemerintah Kabupaten Rembang mencapai berbagai kemajuan dan prestasi yang diraih pada beberapa bidang pembangunan.Dengan banyaknya prestasi yang diperolehi, semua penghargaan yang kita raih, bukanlah tujuan akhir namun setidaknya menjadi indikator penilaian atas keberhasilan pembangunan yang kita laksanakan bersama-sama eksekutif, legislatif, dunia usaha dan seluruh masyarakat.

Selain itu, saya juga berpesan agar masyarakat Rembang menjadikan prestasi yang dicapai menjadi motivasi dan pemacu bagi kita semua untuk lebih menumbuhkan rasa cinta dan rasa memiliki terhadap Kabupaten Rembang sehingga semakin terpatri dalam dada, tercermin dalam sikap dan terwujud dalam laku setiap diri peribadi masyarakat Kabupaten Rembang. Tentunya rasa cinta dan bangga terhadap daerah ini harus termanifestasi dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas sesuai dengan potensi dan profesi kita masing-masing sehingga slogan Kabupaten Rembang Madani tidak hanya indah dalam tataran kognisi (pengetahuan) dan retorika tetapi menjelma dalam implementasi dan karya nyata dalam setiap gerak langkah kita dalam memberikan bagi daerah kita dan masyarakat.

Saya harapkan segenap jajaran pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Rembang terus memacu akselerasi pembangunan di berbagai sektor untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik. Hal tersebut kiranya dapat dicapai secara optimal, mengingat kabupaten Rembang memiliki potensi yang besar di berbagai sektor , seperti sektor pertanian, kelautan dan perikanan, pertambangan (perlombongan) , pariwisata serta usaha mikro kecil dan menengah. Dengan demikian saya harapkan potensi potensi tersebut didayagunakan dan dikembangkan secara optimal.



Tema peringatan hari ulang tahun ke 275 Kabupaten Rembang, iaitu Mari Kita Bersatu Padu dalam Membangun Rembang Menuju Rembang Madani dan Sejahtera. Dengan tema tersebut, diharapkan seluruh komponen masyarakat, baik jajaran pemerintah Kabupaten Rembang, tidak terkecuali instansi vertikal mahupun dunia usaha dalam seluruh masyarakat kabupaten Rembang harus bersama sama mengerahkan potensi sumber daya yang dimiliki dalam menghadapi tantangan pembangunan Kabupaten Rembang menuju Rembang Madani dan sejahtera, dengan kebersamaan dan tekad yang kuat. InsyaAllah apa yang kita cita-citakan akan tercapai.

Saya berpesan kepada masyarakat agar menjadikan momentum ini bagi merapatkan barisan , memantapkan kebersamaan dan meneguhkan gotong royong menuju Kabupaten Rembang yang madani dan sejahtera. Kita berharap ini memicu semangat dan motivasi untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan menyeluruh di Kabupaten Rembang

UB: Terima kasih pak atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk sesi wawancara ini.

AH: Terima kasih kembali. Jika sudi datang lagi.






No comments: